MAGELANG – Upaya membangun karakter generasi muda terus dilakukan Polresta Magelang melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK). Kali ini, Kapolsek Sawangan AKP Abdul Muthohir, S.H., M.H., hadir sebagai pembina upacara bendera di SMP IT Insan Harapan Sawangan, Senin (26/10/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah mulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti 127 siswa, kepala sekolah, para guru, serta personel Polsek Sawangan. Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak menumbuhkan kedisiplinan, memperkuat karakter, meningkatkan kesadaran hukum, serta menjauhi perilaku negatif yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Dalam amanatnya, AKP Abdul Muthohir mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan kesempatan penting untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan diri meraih cita-cita. Karena itu, para siswa diharapkan menghormati guru, menyayangi orang tua, menjaga persahabatan, serta mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjauhi perkelahian, tawuran, dan perundungan (bullying), baik secara langsung maupun melalui media sosial. Menurutnya, perselisihan yang berawal dari ejekan atau provokasi tidak seharusnya diselesaikan dengan kekerasan.
“Keberanian bukan ditunjukkan dengan tawuran atau menakut-nakuti orang lain. Pelajar yang hebat adalah mereka yang mampu mengendalikan diri, menjaga sikap, menghormati sesama, dan berani meraih prestasi,” pesannya kepada para siswa.
Sebagai bahan pembelajaran, Kapolsek juga menyinggung peristiwa di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, pada 1 Agustus 2026, ketika 12 remaja diamankan petugas karena diduga hendak melakukan tawuran. Dalam peristiwa tersebut, petugas turut mengamankan tiga bilah celurit yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.
Contoh tersebut disampaikan untuk mengingatkan bahwa ajakan atau provokasi, termasuk yang beredar melalui media sosial, dapat mendorong seseorang melakukan tindakan berbahaya dan berhadapan dengan konsekuensi hukum.
Selain itu, Kapolsek mengajak para siswa untuk lebih bijak menggunakan media sosial. Para pelajar diimbau tidak menggunakan platform digital untuk menyebarkan provokasi, mengintimidasi orang lain, melontarkan tantangan, maupun mengajak teman melakukan tindakan yang merugikan.
Apabila menghadapi perselisihan atau merasa menjadi korban perundungan, siswa diharapkan tidak bertindak gegabah dan tidak membalas dengan kekerasan. Mereka dapat meminta bantuan guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
“Jangan sampai masa depan dikorbankan hanya karena emosi sesaat. Jadilah pelajar yang berani karena prestasi, kuat karena akhlak, dan membanggakan keluarga serta sekolah,” tambahnya.
Kegiatan upacara berlangsung tertib dan lancar. Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama serta pengenalan yel-yel “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai bentuk penguatan kedekatan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.
Melalui program POLIDIK, Polresta Magelang berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua semakin kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pesan saat upacara, tetapi juga diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun saat berinteraksi di ruang digital.
Red-Spyd



Tidak ada komentar:
Posting Komentar